Mentan Kunjungi Padang Pariaman, BRMP Sumbar Dukung Pemulihan Lahan Bencana
Kabupaten Padang Pariaman (14/4) – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya percepatan penanganan lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di akhir 2025. Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.
Dalam arahannya, Mentan meminta pemerintah daerah di Sumatera Barat segera menindaklanjuti berbagai bantuan yang telah disalurkan sejak awal tahun 2026. Kementerian Pertanian bersama mitra telah menggelontorkan bantuan sebesar Rp75 miliar serta bantuan beras lebih dari Rp1 triliun untuk tiga provinsi terdampak bencana. Khusus untuk Sumatera Barat, bantuan yang disalurkan mencapai Rp455 miliar, ditambah dukungan untuk sektor perkebunan senilai Rp500 miliar.
“Bantuan ini harus segera dimanfaatkan. Jangan terhambat birokrasi, karena dampaknya langsung dirasakan petani,” tegas Amran.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga terus berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Pemerintah pusat bahkan menanggung biaya rehabilitasi lahan pertanian hingga mencapai 7.000 hektare.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengakui masih adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait percepatan penanganan lahan terdampak. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar bantuan yang telah tersedia dapat segera dirasakan masyarakat.
Kunjungan kerja ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat hingga daerah, untuk tidak menunda penanganan dampak bencana terhadap sektor pertanian.
Sejalan dengan hal tersebut, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat turut mengambil peran aktif dalam mendukung percepatan penanganan di lapangan. Di bawah kepemimpinan Dr. Salwati, BRMP Sumbar bersama tim telah melakukan berbagai persiapan teknis dan koordinasi guna memastikan implementasi bantuan berjalan optimal.
Langkah yang dilakukan meliputi identifikasi lahan terdampak, penyiapan dukungan teknis bagi petani, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Kehadiran BRMP Sumbar diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sektor pertanian, sehingga aktivitas produksi dapat segera kembali normal.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan unit pelaksana teknis seperti BRMP Sumbar, diharapkan penanganan lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.